Langsung ke konten utama

LUKAS 18:1-8

TEKUNLAH  BERDOA

Saudara-saudara yang terkasih, tentulah kita semua pernah mengalami kejenuhan. Kita merasa jenuh oleh karena masalah bertubi-tubi menerpa hidup kita. Kita merasa sudah berdoa agar masalah kita dapat selesai. Tapi kenyataannya, masalah kita tidak kunjung selesai. Bahkan timbul masalah baru. Selanjutnya, kita merasa putus asa dan frustrasi. Kita merasa doa-doa kita tidak didengar oleh TUHAN, sehingga kita kemudian menjadi malas dan jenuh dalam berdoa.

Saudara-saudara, pada saat ini, melalui renungan ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak pernah berhenti berdoa. Yesus berkata kepada kita: “Kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu”. Artinya, kita harus terus berdoa. Semakin banyak masalah, semakin serius kita berdoa. Jangan karena ada masalah, atau merasa sepertinya masalah tidak selesai-selesai, kita menjadi malas berdoa. Jangan karena masalah, kita menjadi malas beribadah. Justru ditengah-tengah masalah lah,  iman kita sedang diuji. TUHAN sedang melihat bagaimana kesetiaan dan ketaatan kita kepadaNya. Apakah ditengah-tengah masalah, seperti saat ini, ketika hampir semua orang di dunia ini,  menghadapi krisis karena wabah pandemi corona, kita tetap setia atau tidak.

Untuk menegaskan tentang pentingnya doa, Yesus mempergunakan sebuah ilustrasi. Dalam ilustrasinya tersebut, Yesus menceritakan tentang seorang janda  yang miskin dan tidak punya apa-apa. Tetapi, ia memiliki tekad dan kegigihan yang kuat dalam meminta. Ia terus memohon kepada hakim yang lalim itu, agar perkaranya dibela. Janda itu tidak pernah merasa malu atau sungkan, tetapi ia punya tekad yang sangat kuat. Karena terus datang kepadanya hakim yang lalim itu pun akhirnya luluh hati dan membenarkan perkara janda itu!

Oleh karena itu, poin utama yang hendak ditekankan melalui ilustrasi atau perumpamaan itu adalah tekad yang kuat, yang ditunjukkan janda yang miskin tersebut.  Tetapi, kita pun harus menyadari bahwa doa bukanlah alat untuk memaksa TUHAN, agar Dia melakukan apa yang kita inginkan. Doa merupakan suatu proses untuk menyadari kuasa dan rencana-Nya atas hidup kita. Melalui doa, kita menyerahkan hidup dan keadaan kita kepada Tuhan dan mempercayai-Nya untuk bertindak menurut waktu dan cara-Nya.

Saudara-saudara yang terkasih, TUHAN meminta kita untuk tidak jemu-jemu berdoa, mengapa? Karena doa adalah kekuatan kita dari kekuatan Iblis.  Kalau kita tidak berdoa, maka Iblis dengan mudah menyesatkan dan mempengaruhi kita. Ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan berserah kepada TUHAN, maka TUHAN akan menyertai dan melindungi kita, meskipun barangkali kita masih memiliki masalah dan pergumulan. Marilah kita untuk terus berdoa, sambil mengimani apa yang dikatakan Tuhan Yesus pada ayat 7: "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  (ayat 7).  Doa yang tidak kunjung putus dan dilakukan bertalu-talu, akan membuktikan bahwa kita memiliki iman kepada TUHAN. Jangan memberi celah kepada Iblis yang tidak pernah berhenti menghasut dan  melemahkan kita dengan hal-hal negatif, sehingga kita tidak berdoa dan tidak beribadah.  Jangan pula kita  silau mata dengan tawaran-tawaran dunia yang menjanjikan pertolongan instan yang membuat kehidupan doa kita semakin berkurang.  Marilah kita belajar memahami bahwa waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Amen.